Pemasaran Relasional versus Pemasaran Transaksional

Tinggalkan komentar

Bagi para pengusung filosofi pemasaran relasional, arti pemasaran transaksional merujuk kepada definisi pemasaran yang diformulasikan oleh American Marketing Association (AMA) sebelum tahun 2004 yaitu …

Source: Pemasaran Relasional versus Pemasaran Transaksional

Dari Transaksional Beralih ke Relasional

Tinggalkan komentar

Sebelum paradigma relasional menjadi pusat perhatian seperti sekarang ini, teori pemasaran nyaman dengan filosofi transaksional. Namun, perubahan jaman yang begitu dinamis telah menggerus secara signifikan …

Source: Dari Transaksional Beralih ke Relasional

3 Fakta Menarik Tentang Pemasaran Relasional

Tinggalkan komentar

Ketika saya memperhatikan 3 (tiga) fakta menarik dari proses evolusi pemasaran relasional yang signifikan maka tidak berlebihan apabila Christian Grönroos, seorang profesor di bidang pemasaran relasional …

Source: 3 Fakta Menarik Tentang Pemasaran Relasional

Pemasaran Relasional

Komentar Dinonaktifkan pada Pemasaran Relasional

Setelah era produk dan konsumen, kini pemasaran memasuki era baru yaitu, era relasional (Levy, 2010). Pada era produk (1900-1960), fokus pemasaran menginformasikan keunggulan produk. Di era konsumen ….

Source: Pemasaran Relasional

2015 in review

Tinggalkan komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Madison Square Garden dapat menyediakan 20.000 tempat duduk untuk sebuah konser. Blog ini telah dilihat sekitar 61.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Madison Square Garden, dibutuhkan sekitar 3 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Mulai Kini Pemberian Gelar M.Hum. Dihentikan

Tinggalkan komentar

Saya pernah meributkan tentang penyebutan sebuah gelar akademik (baca: Gelar M.Hum tidak sama dengan Magister Hukum). Kala itu, secara tidak sengaja, saya menemukan “kekacauan” dari pemberian gelar Magister Humaniora atau yang disingkat dengan M.Hum. oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Saya sungguh terkejut karena ternyata gelar tersebut juga diberikan kepada lulusan program magister hukum. Padahal, selama ini yang saya ketahui, kalau para lulusan itu tentu akan menyandang gelar Magister Hukum atau disingkat dengan M.H. setelah menyelesaikan studinya di bidang ilmu hukum. Namun, nyatanya saya keliru.

Walaupun pada saat itu berlaku Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepmendiknas 178/U/2001), namun kekeliruan dalam pemberian gelar akademik terjadi juga, bahkan terkesan “sengaja” dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi. Tetapi kondisi seperti itu sepertinya tidak akan terulang lagi, karena beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada 17 Oktober 2014, telah terbit Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi (Permendikbud 154 Th. 2014).

Berbeda jauh dari Kepmendiknas 178/U/2001, Permendikbud 154 Th. 2014 begitu rinci menjelaskan tentang bagaimana seharusnya pemberian dan penyebutan gelar akademik dari berbagai macam rumpun ilmu pengetahuan. Sehingga, harapannya, perguruan tinggi tidak lagi “seenaknya”, dengan tidak memperhatikan rumpun keilmuan, memberikan sebutan gelar akademik kepada para lulusannya. Mulai kini, seluruh perguruan tinggi di Indonesia harus mengacu pada peraturan menteri tersebut.

Satu hal yang menarik dari ketentuan yang baru itu, yaitu tentang gelar Magister Humaniora (M.Hum.) yang tidak tertera pada lampiran Permendikbud 154 Th. 2014. Itu artinya, paling lambat mulai dua tahun mendatang, tidak ada lagi perguruan tinggi yang memberikan gelar akademik tersebut. Namun, gelar tersebut yang diberikan oleh perguruan tinggi sebelum Permendikbud 154 Th. 2014 ditetapkan, jangan khawatir masih tetap berlaku dan sah.

 

 

Unduh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi

2014 in Review

Tinggalkan komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 46.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 17 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Older Entries