Open

 

Dunia seperti dicerahkan oleh Barack Obama. Ketika Presiden Amerika Serikat yang ke-44 itu berpidato pada hari pertamanya 21 Januari 2009. Obama berkomitmen akan menyelenggarakan pemerintahan yang lebih terbuka daripada era sebelumnya dengan mementingkan transparansi, partisipasi publik dan kolaborasi.

“My Administration is committed to creating an unprecedented level of openness in Government. We will work together to ensure the public trust and establish a system of transparency, public participation, and collaboration. Openness will strengthen our democracy and promote efficiency and effectiveness in Government.”
―Presiden Barack Obama

Obama sungguh serius, bukan sekadar pencitraan. Pada hari itu, Obama serta merta menandatangani Memorandum Presiden tentang Kebebasan Mendapatkan Informasi (The President’s Memorandum on the Freedom of Information Act). Setahun kemudian, Obama mewajibkan setiap lembaga pemerintah membuat rencana aksi dari memorandum tentang transparency dan open government dalam 120 hari serta membangun Data.gov dan USAspending.gov sebagai akses data publik secara online.

Obama memang bertekad menghapus stigma buruk yang diwariskan oleh Presiden sebelumnya, George W. Bush. Obama ingin meraih kembali kepercayaan dari masyarakat dunia dan juga sebagian besar rakyatnya yang kadung membenci Amerika dan mencurigai pemerintahnya. Maka Obama lalu beriman kepada pemerintahan terbuka (open government).

Sekilas istilah open government mirip dengan open source dalam perangkat lunak komputer. Keduanya sama-sama menggunakan kata open. Sesungguhnya, mereka hanya berbeda aplikasi saja namun serupa dalam filosofi dan tujuan. The Old Wine in the New Bottle. Keduanya meyakini bahwa sesuatu bakal sempurna jika publik berpartisipasi dan berkolaborasi menyempurnakannya dengan tujuan kebaikan bersama.

Dogma open government menyatakan bahwa kegiatan pemerintah dan pengelolaan negara harus terbuka pada semua tingkatan serta publik berhak mengawasi. Dalam makna luas, open government menentang legitimasi ekstensif kerahasiaan negara (Lathrop dan Ruma, 2010). Semua itu demi menggapai kepercayaan dari publik (public trust).

Open government dapat berdiri kokoh dengan membangun tiga pilar secara urut. Ketiga pilar itu adalah transparansi (transparency), partisipasi (participation) dan kolaborasi (collaboration).

Pilar kesatu, transparansi. Transparansi berarti menyediakan data dan informasi kepada publik tentang semua kegiatan pemerintah. Dengan premis transparansi, negara wajib menjamin hak tiap warga negara untuk mengetahui apa, bagaimana, dan mengapa pemerintah memutuskan atau menjalankan suatu kebijakan.

Pilar kedua, partisipasi. Partisipasi menekankan suara warga negara dalam urusan publik. Pejabat publik akan memperoleh manfaat dari perspektif ahli atau non-ahli yang berada di luar pemerintahan. Partisipasi memperluas kesempatan warga negara untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang alternatif kebijakan.

Pilar ketiga, kolaborasi. Kolaborasi mengikis “kita-lawan-mereka” yang membagi antara warga dan pemerintah. Warga dapat menggarap secara bersama agenda pemerintah. Mereka juga dapat bantu menentukan cara dan metodenya. Dalam kolaborasi, warga merupakan mitra pemerintah, bukan lagi sahaya.

Kini, open government telah mencerahkan berbagai bangsa di dunia. Termasuk Indonesia, terlebih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Indonesia itu gemar mengutarakan betapa penting menciptakan pemerintahan yang terbuka dan transparan sehingga dapat meningkatkan kualitas partisipasi publik dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Indonesia juga termasuk pendiri inisiatif global Open Government Partnership (OGP). Pemerintah ikut menandatangani komitmen dari Deklarasi Pemerintahan Terbuka (Open Government Declaration) bersama 46 negara pada 20 September 2011. Sebuah rencana aksi (action plan) juga sudah dibuat. Sayangnya, pemerintah masih jauh mengarah kepada cita-cita deklarasi tersebut karena belum serius melaksanakan seluruh komitmennya.

Meski begitu, pemerintah sudah benar dengan memilih beriman kepada open government.

Walaupun baru mampu begitu saja saat ini.

 

REFERENSI
 
The Obama Administration’s Commitment to Open Government: A Status Report. The White House. Washington.
 
Lathrop, Daniel., Ruma, Laurel. 2010. Open Government: Transparency, Collaboration and Participation in Practice. O’Reilly Media.