Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan rupanya sudah begitu “percaya diri” untuk terus mewujudkan niatnya dalam mensyaratkan kelulusan jenjang Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) yang wajib menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah. Karena pada 8 Februari lalu, Dikti kembali mengirim dua buah surat edaran dan panduan ke seluruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia. Pertama, Surat Edaran dan Panduan Pengelolaan Jurnal Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik kemudian kedua, Surat Edaran dan Panduan bagi Kontributor Portal Garuda Elektronik.

Kedua surat edaran dan panduan tersebut seolah merupakan jawaban dari Dirjen Dikti atas berbagai pertanyaan teknis dari masyarakat tentang pilihan media publikasi jurnal ilmiah. Salah satu pertanyaan seperti yang diungkapkan oleh Franz Magnis-Suseno SJ dalam artikel Opini berjudul Dikti di Seberang Harapan?

Dalam hal ini Dirjen Dikti sebenarnya baru menyelesaikan satu masalah saja, yaitu untuk S1 yang dapat menggunakan media publikasi elektronik (online). Lalu bagaimana dengan S2 dan S3 yang tidak bisa hanya online tetapi juga harus tercetak? Kemudian juga bagi S3 harus mensyaratkan publikasi di luar negeri? Hmmm… mungkin Dirjen Dikti perlu mempertimbangkan usulan dari Franz Magnis-Suseno.

 

 

  1. Unduh Surat Edaran Panduan Pengelolaan Jurnal Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik
  2. Unduh Panduan Pengelolaan Jurnal Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik
  3. Unduh Surat Edaran Panduan Bagi Kontributor Portal Garuda Elektronik
  4. Unduh Panduan bagi Kontributor Portal GARUDA