Berbagai pertanyaan teknis ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Akibat dari Surat Edaran tentang Publikasi Karya Ilmiah yang akan menjadi syarat kelulusan bagi Program Sarjana (S-1), Magister (S-2), dan Doktor (S-3). Salah satunya yaitu tentang bagaimana mengatasi masalah begitu sedikitnya jumlah pengelola jurnal ilmiah di Indonesia. Karena menurut data Database Jurnal Ilmiah Indonesia (Indonesian Scientific Journal Database), sampai saat artikel ini dipublikasikan hanya ada 135 Jurnal Ilmiah akreditasi LIPI dan 245 Jurnal Ilmiah akreditasi Dikti.

Menyikapi kendala tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh telah menjawab, “Kalau medianya (jurnal) kurang, ya, dibuat saja. Karena membuat jurnal itu mudah.” Wow! Benarkah demikian?

Karena penasaran dengan informasi dari Menteri, saya kemudian googling untuk membuktikannya. Saya beruntung akhirnya menemukan dokumen berjudul Panduan Pengelola Jurnal Ilmiah yang pernah ditulis oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung pada tahun 2009 tentang bagaimana menjadi pengelola jurnal ilmiah.

 

 

Nah.. tunggu apalagi? Mau menjadi Pengelola Jurnal Ilmiah?

Unduh Surat Edaran Dirjen Dikti tentang Publikasi Karya Ilmiah
Unduh Buku Panduan bagi Pengelola Jurnal Ilmiah