Pada hari-hari terakhir tahun 2011, Remotivi mempublikasikan hasil survei mengenai “Hak Publik Atas Televisi dan Pendapat Seputar Iklan Susupan”. Sebuah survei sederhana dengan menggunakan sampel 220 mahasiswa dari beberapa kampus negeri dan swasta di Jakarta. Pemilihan responden untuk survei tersebut dilakukan secara acak.

Hasil dari survei tersebut memang belum memadai sebagai jawaban atas pertanyaan tentang hak publik atas televisi dan pendapat seputar iklan susupan. Ada beberapa kelemahan dari teknik pengambilan sampel menjadi alasan saya berpendapat demikian. Jumlah sampel yang tidak terlalu signifikan, penentuan sampel yang hanya menggunakan mahasiswa saja sebagai responden dan lingkup wilayah pengambilan sampel yang terbatas di Jakarta merupakan beberapa hal yang menjadikan hasil survei ini kurang bertenaga.

Walau begitu, terdapat banyak fakta menarik ditemui dalam hasilnya. Anda dapat membaca uraiannya pada artikel Polusi Bisnis di Udara Indonesia dan Publik Tersandera Logika Bisnis.

 

Click this image for enlarge

 

Penjelasan istilah:

  • Super Impose, yaitu iklan yang tampil di pojok layar, biasanya berbentuk logo suatu merk
  • Ad-lips, yaitu promosi produk secara verbal yang dilakukan selebritas atau pembawa acara pada suatu tayangan
  • Template, yaitu iklan berupa teks dan atau grafis yang muncul saat tayangan tengah berlangsung