Being social or die. Ungkapan tersebut mungkin pas untuk menggambarkan betapa pentingnya menjadi sosial di ranah maya saat ini.

Bagi para netters, pasti akan sangat memalukan jika tidak memiliki akun pada salah satu situs jejaring sosial. Begitu juga untuk para penggiat bisnis dunia maya yang akan ketinggalan jika tidak segera mengakomodir fungsi sosial pada situs mereka.

Jika fenomena itu terus berlangsung maka label ‘social’ akan segera menghapus label ’electronic’. Huruf ’s’ akan segera menggantikan huruf ’e’. Seperti e-commerce yang segera bertransformasi menjadi s-commerce.

Bicara tentang social commerce (s-commerce), adalah Yahoo! yang pertama kali mengenalkan terminologi ini pada tahun 2005. Menurutnya, aktivitas s-commerce di sebuah situs online commerce akan tercipta jika setiap anggota dapat saling berinteraksi secara online, lalu mereka saling memberikan pendapat dan rekomendasi, kemudian menentukan pilihannya pada sebuah produk atau jasa, dan akhirnya membeli pilihannya tersebut.

Kemudian Forrester Research yang memprediksi waktu mulainya era s-commerce yaitu pada tahun 2011. Dalam laporan riset yang berjudul The Future of Social Web, mereka menjelaskan bahwa generasi social web terbentuk dari lima tahapan era yaitu:

  1. Era social relationships, yaitu ketika banyak individu telah dapat saling terkoneksi dan berbagi informasi. Era ini mulai sejak tahun 1995 dan telah mencapai kesempurnaan pada tahun 2003 sampai dengan 2007.
  2. Era social functionality, yaitu ketika peran berbagai situs jejaring sosial akan menyerupai layaknya sistem operasi. Era ini mulai sejak tahun 2007 dan diprediksi akan mencapai kesempurnaan pada tahun 2010 sampai dengan 2012.
  3. Era social colonization, yaitu ketika berbagai pengalaman digital dapat disosialisasikan. Era ini mulai sejak tahun 2009 dan diprediksi akan mencapai kesempurnaan pada tahun 2011.
  4. Era social context, yaitu ketika komunitas sifatnya menjadi lebih personal karena disatukan oleh sebuah persamaan. Era ini mulai tahun 2010 dan diprediksi akan mencapai kesempurnaan pada tahun 2012.
  5. Era social commerce, yaitu ketika komunitas menjadi penentu dalam memilih produk atau jasa. Era ini diprediksi akan mulai tahun 2011 dan mencapai kesempurnaan pada tahun 2013.

Tetapi ternyata prediksi Forrester Research itu sedikit meleset. Karena era s-commerce sudah dimulai satu tahun lebih cepat. Buktinya pada beberapa hari yang lalu, Amazon yang merupakan role model di era e-commerce telah mengintegrasi fitur sosialnya dengan Facebook. Juga sebelumnya ada Groupon, Levi’s, P&G, Visa dan Kaboodle, mereka semua telah mentransformasi aktivitas e-commerce pada situsnya menjadi aktivitas s-commerce.

Walaupun memang belum semua vendor dan pemilik brand mengadopsi s-commerce serta usia era ini juga masih terbilang baru. Tetapi antusiasme terhadap s-commerce untuk segera menjadi platform baru di ranah online commerce sedang tumbuh dengan cepat. Sehingga tidak alasan lagi, terutama bagi para penggiat bisnis dunia maya, untuk tidak segera melakukan proses transformasi ini.

So, welcome to the social commerce era.

 

 

Bookmark and Share