Acara reuni? Untuk apa?
Sekarang kan sudah ada Facebook…

 

Ungkapan tersebut mungkin merupakan salah satu contoh akibat dari kehadiran berbagai situs jejaring sosial. Terutama Facebook yang telah memberi pengaruh paling dominan karena memiliki jumlah anggota terbesar. Disadari atau tidak, Facebook memang telah merevolusi pola komunikasi dan interaksi kita pada beberapa tahun belakangan ini.

Kalau dulu, saat penggunaan situs jejaring sosial belum menjadi sebuah gaya hidup, acara reuni merupakan sebuah momen yang dinantikan. Karena pada acara tersebut kita dapat bertemu dengan banyak teman lama untuk saling bertukar cerita, mengenang masa lalu, membangun jejaring baru, atau bahkan sebagai ajang cari jodoh bagi yang masih lajang🙂.

Acara reuni merupakan momentum untuk menjalin kembali tali silaturahmi yang telah lama terputus. Tetapi zaman kini sudah berbeda. Sekarang melalui Facebook, kita sangat mungkin untuk berinteraksi kembali dengan banyak teman lama setiap saat.

Kita dapat saling bertukar cerita dan mengenang masa lalu melalui the wall, membangun jejaring baru dengan friend list atau bahkan membuka kemungkinan memperoleh pasangan dengan membuat single status. Semua itu mudah sekali kita dilakukan dengan Facebook. Dalam hal ini, Facebook sudah dapat mengakomodir semua alasan kita untuk menghadiri sebuah acara reuni.

Dengan analisa yang lebih dalam dapat dinyatakan bahwa Facebook sedang berupaya menggeser prilaku interaksi sosial kita, dari fisik menjadi non fisik. Facebook juga sedang menanamkan paradigma baru yaitu pola komunikasi melalui internet jauh lebih menyenangkan, efektif dan efisien ketimbang melakukan kegiatan komunikasi tatap muka. Dan sepertinya upaya Facebook tersebut telah berhasil mempengaruhi kita.

Secara pribadi, saya lebih menyukai pola komunikasi tatap muka dan interaksi sosial secara fisik. Sehingga saya akan memilih datang ke acara reuni jika memungkinkan🙂.

Lebih lanjut, saya melihat kecenderungan pola komunikasi dan interaksi pada masa depan yang sepertinya akan terus meminimalisasi tatap muka. Dan Kecenderungan tersebut sudah terasa sejak saat ini. Jika memang akan terjadi seperti itu maka bukan menjadi sebuah kemustahilan kalau suatu saat nanti sebuah acara reuni mungkin akan sangat jarang diselenggarakan.

 

 

Bookmark and Share