Secara tidak sengaja saya mendapatkan sejumlah tautan Facebook Page dari beberapa departemen dalam pemerintahan Republik Indonesia. Sejumlah departemen tersebut adalah Departemen Kesehatan, Depertemen Pertanian, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Perhubungan dan masih ada banyak lagi. Anda dapat mengetahuinya pada mesin pencari Facebook jika menggunakan kata kunci ‘Departemen’.

Lalu apa yang salah dengan beberapa Facebook Page itu? Coba Anda perhatikan lebih seksama, ternyata itu bukanlah merupakan Facebook Page resmi dari departemen yang ada. Pernyataan ini tertulis pada tab Home.

Facebook page departemen/kementerian ini memang bukan secara resmi dibuat oleh departemen/kementerian terkait. Tapi kami (Indonesia Bicara) berusaha menjalin kerjasama dengan pihak terkait untuk menjadi pembicara/admin untuk menjawab pertanyaan dan berita – berita yang ada diambil langsung dari website departemen/kementerian terkait.

Kemudian siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Adalah Indonesia Bicara yang mensponsori sejumlah Facebook Page Departemen tersebut. Dan Atapq sebagai pembuatnya. Mereka juga menjelaskannya pada tab Home.

Indonesia Bicara adalah portal Facebook Page yang mensponsori berbagai kegiatan sosial di Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya, dan sebagai media berita pada masyarakat Indonesia secara mudah membuat facebook page departemen. Indonesia Bicara bekerjasama dengan departemen-departemen/kementerian terkait untuk menjawab dan memberikan informasi pada setiap Facebook Page Departemen/Kementerian terkait.

atapq adalah perusahaan outsourcing yang bergerak di bidang website, multimedia dan facebook page designer, dengan kerjasama yang kami jalin, atapq juga menjadi admin di beberapa departemen kami dan terus membantu perkembangan dan perubahan dari teknologi facebook yang diimplementasikan di facebook page kami.

Selanjutnya mereka memberitahukan bahwa sudah ada kerja sama dengan pihak-pihak departemen terkait untuk memperoleh ijin atas pengelolaannya. Seperti yang tercantum dalam bagian Perkembangan dan Tata Tertib.

Setiap fan page departemen kami sudah mengirimkan email secara formal dan melakukan pertemuan dengan masing-masing pihak departemen terkait untuk menjadi admin bersama kami sebagai humas/pembicara langsung menjawab dan bertukar informasi dengan user dengan harapan semua dapat terjawab dan interaksi dapat terjadi dengan baik

Saya kemudian melakukan cross check ke berbagai situs resmi departemen. Dan memang tidak ada tautan tentang kepemilikan Facebook Page. Tidak ada satupun! Ini artinya bahwa Facebook Page tersebut memang tidak resmi adanya atau dapat dikatakan ilegal.

Melihat kenyataan ini, saya menjadi prihatin dan timbul berbagai macam pertanyaan. Kalaupun memang benar bahwa Indonesia Bicara dan Atapq memperoleh kepercayaan untuk membuat Facebook Page ini, mengapa pada tiap situs resmi departemen tidak membuatkan tautannya?

Ataupun kalau memang ingin menyatakan bahwa hal ini tidak dikelola secara resmi oleh departemen, toh dapat juga diberikan keterangan di situs bahwa telah ada sebuah Facebook Page yang pengelolaannya dipercayakan pada pihak lain? Sehingga jelas, status pengelolaan Facebook Page itu, tidak hanya berdasarkan klaim dari satu pihak saja.

Mengapa ini semua perlu dan penting? Karena Facebook adalah situs jejaring sosial yang serius! Bukan lagi hanya sekedar sebuah situs pertemanan. Coba lihat Facebook Page resmi milik U.S. Department of State, betapa mereka begitu serius membuatnya.

Sekarang coba lihat tampilan Facebook Page untuk berbagai departemen itu. Sangat biasa sekali. Bahkan miskin informasi. Apakah seperti ini yang ingin dilihat oleh 500 juta Facebookers di seluruh dunia?

Kemudian yang saya juga masih tidak habis pikir adalah mengapa sejumlah departemen tersebut mau mempercayakan hal ini kepada pihak lain untuk mengelolanya? Mengapa tidak mengelolanya sendiri? Apakah memang tidak mampu? Bagaimana kalau disalahgunakan? Siapa yang akan bertanggung jawab? Sedangkan setiap departemen ternyata tidak ada yang mengaku memiliki tautan Facebook Page itu. Uh… sungguh beresiko sekali!

Saya berharap pihak-pihak yang terkait dan merasa berkepentingan mau memperhatikan hal ini. Semoga saja.

 

 

Bookmark and Share