Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, pada tulisan yang lalu, bahwa saya sudah tidak pernah lagi membaca buku. Sejak beberapa tahun belakangan ini saya lebih sering membaca buku dalam format digital atau yang lebih dikenal dengan sebutan e-book. Perubahan prilaku ini tidak hanya terjadi pada saya saja karena tenyata juga dialami oleh banyak orang.

Mengapa hal ini terjadi? Menurut saya, sedikitnya ada empat penyebab yang dominan yaitu:

1. Masih mahalnya harga buku

Harga buku saat ini terutama di Indonesia relatif masih cukup mahal. Apalagi untuk buku-buku impor, text book atau sejenisnya, wah harganya ‘selangit’! Untuk sejumlah orang yang masih belum mempunyai kebebasan finansial, termasuk saya, keinginan untuk membeli buku-buku tersebut, bukanlah menjadi prioritas yang utama.

Akibatnya minat baca terhadap buku lambat laun akan menjadi sirna juga. Perpustakaan publik yang diharapkan menjadi solusi, hingga saat ini belum bisa diandalkan kontribusinya. Harapan mungkin masih ada pada sejumlah perpustakaan di Universitas atau lembaga penelitian. Karena mereka memang punya alokasi dana yang cukup untuk dapat selalu memperbaharui jumlah koleksi bukunya.

2. Maraknya proses digitalisasi

Saat ini memang kita sedang hidup dalam era digital. Semua hal ingin dikonversi menjadi digital. Musik dan video sudah terlebih dahulu melakukan itu. Dan kini proses itu juga sedang terjadi pada buku, koran dan majalah.

Sebenarnya proses digitalisasi terhadap buku telah berlangsung sejak tahun 1971 atau kira-kira sudah 39 tahun. Adalah Michael S. Hart yang melakukan pertama kali proses tersebut dalam Gutenberg Project. Hingga kini sudah banyak pihak yang juga melakukan proses digitalisasi buku termasuk Google dan Amazon.com.

Sampai dengan Agustus 2009, sekitar 2 juta judul buku telah berhasil diubah menjadi format digital. Jumlah tersebut akan terus semakin bertambah seiring dengan waktu. Bahkan bukannya tidak mungkin jika suatu saat nanti semua buku yang pernah ada juga akan tersedia dalam format digitalnya.

3. Koneksi internet semakin mudah dan murah

Tren jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh semakin mudah dan murah melakukan koneksi internet. Internet telah menjadi gaya hidup baru dalam era digital ini.

Sama seperti musik dan video, distribusi e-book juga menggunakan internet. Sehingga kita dapat dengan mudah menemukan dan mengunduh berbagai macam judul baik yang berbayar maupun yang secara gratis. Untuk e-book yang berbayar selalu memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga buku aslinya. Sehingga banyak orang, termasuk saya, lebih memilih buku dalam format digitalnya.

4. Semakin terikat dengan gadget

Gadget bukan lagi menjadi barang mewah. Selain harganya yang semakin terjangkau juga fungsinya yang semakin penting dalam kehidupan. Di era digital ini, kita telah menjadi terbiasa menggunakannya, bahkan kita seolah terikat padanya.

Dalam hal ini yang termasuk dalam kategori gadget adalah personal computer, notebook, smart phone, hand phone atau sejenisnya. Berbagai gadget tersebut tidak pernah berhenti melakukan inovasi teknologi. Selalu ada teknologi baru yang muncul padanya.

Salah satu contoh inovasi pada gadget adalah semakin besar ukuran tempat untuk menyimpan data. Dengan ukuran yang besar maka kita dapat menyimpan e-book dalam jumlah yang sangat banyak, ratusan atau bahkan bisa mencapai ribuan. Coba bayangkan berapa biaya yang harus disediakan jika kita mengkoleksi buku dalam jumlah seperti itu? Bagaimana membawanya? Bagaimana menyimpannya? Dan masih akan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.

Kira-kira seperti itu penyebab terjadinya perubahan prilaku baca yang saya alami. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga mengalami hal yang sama?