Perusakan yang sangat parah terhadap hutan-hutan di Indonesia sedang membayangi perayaan Hari Bumi nanti. Adalah Greenpeace yang menunjukkan fakta bahwa Sinar Mas Group adalah pelaku utamanya. Sinar Mas Grup merupakan produsen terbesar minyak sawit, pulp dan kertas di Indonesia.

Greenpeace menjelaskan hal ini dalam sebuah laporan yang berjudul Tertangkap Basah: Bagaimana Eksploitasi Minyak Kelapa Sawit oleh Nestle Memberi Dampak Kerusakan bagi Hutan Tropis, Iklim dan Orangutan. Dalam laporan ini Sinar Mas Group telah mengubah hutan tropis di Sumatra, Kalimantan dan Papua menjadi perkebunan kelapa sawit dengan cara-cara yang merusak ekologi. Akibatnya terjadi deforestasi serta terancamnya habitat orangutan.

Tidak hanya Sinar Mas Group yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Menurut Greenpeace, Nestle juga harus ikut bertanggung jawab. Karena perusahaan ini merupakan pembeli utama minyak kelapa sawit dari Sinar Mas Group. Greenpeace menuntut agar Nestle menghentikan hubungan bisnisnya dengan Sinar Mas Group.

Greenpeace kemudian melakukan kampanye protes melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membuat parodi iklan video untuk biskuit KitKat yang merupakan produk paling terkenal dari Nestle. Video berdurasi 60 detik ini disertai dengan slogan KitKat yang telah diubah dari aslinya menjadi “Have a break? Give orangutans a break.”

Berikut adalah laporan yang dibuat oleh Greenpeace yang berjudul Tertangkap Basah: Bagaimana Eksploitasi Minyak Kelapa Sawit oleh Nestle Memberi Dampak Kerusakan bagi Hutan Tropis, Iklim dan Orangutan.

Atau dapat diunduh di sini.