Sudah berapa kali Anda berganti HP? Lalu setelah punya HP baru, bagaimana dengan yang lama? Dijual atau dibuang ke tempat sampah?

Seribu alasan muncul begitu mudah ketika kita sangat ingin memiliki HP versi terkini. Tetapi kita begitu malas memikirkan tentang bagaimana nasib HP lama kita setelah punya yang baru.

Beruntung kalau HP tersebut masih bisa dijual lagi setidaknya tanggung jawab atas keberadaan HP tersebut sekarang berpindah ke orang lain. Tetapi bagaimana kalau tidak laku? Ya sudah buang saja, pasti ini solusi termudahnya.

Memang masih sedikit dari kita yang mengetahui dan menyadari bahwa sampah elektronik merupakan salah satu limbah yang sangat berbahaya bagi ekologi bumi. Bahkan negara kita pun juga belum punya peraturan khusus untuk menanggulangi ini. Padahal pertumbuhan kepemilikan produk elektronik, terutama HP dan komputer, di Indonesia begitu cepat di sepuluh tahun belakangan ini.

Kalau masalah sampah elektronik ini tidak segera dikelola oleh pemerintah dengan benar. Saya khawatir masalah ini akan menjadi seperti bom waktu yang suatu saat nanti akan ‘meledak’ menimbulkan pencemaran lingkungan yang parah.

Jika negara terasa begitu lamban dalam mencari solusi, beruntung beberapa produsen sudah mulai untuk berupaya mengurangi dampak dari produk-produknya tersebut. Sebut saja Nokia yang dinobatkan menjadi produsen peringkat pertama dalam Guide to Greener Electronics dari Greenpeace International. Nokia dianggap telah berhasil menjadikan produknya lebih ‘hijau’ dibandingkan yang lain.

Selain Nokia yang produknya termasuk ‘hijau’ antara lain adalah Sony Ericsson, Toshiba, Philips, Apple, LG Electronics, Sony dan Motorola. Sedangkan Lenovo, Microsoft dan Nintendo adalah tiga produsen yang paling tidak peduli terhadap bahaya sampah elektronik dari produk-produk mereka.

Setelah membaca laopran ini, saya berharap kita mulai berani memilih produsen yang lebih ‘hijau’ saat membeli produk elektronik. Setidaknya kita tidak ikut ‘berdosa’ terhadap pencemaran di bumi. Setuju?

Berikut adalah Guide to Greener Electronics dari Greenpeace International.

Atau Anda dapat mengunduhnya di sini.