Pelarangan merokok bagi masyarakat Indonesia (khususnya muslim) sedang menempuh cara baru yaitu dengan memberikan vonis haram untuk rokok. Seperti yang sudah diketahui bahwa sebelum ini telah bermacam-macam cara digunakan untuk menyadarkan perokok antara lain dengan kampanye bahwa rokok merusak kesehatan, lokalisasi bebas asap rokok di tempat umum sampai dengan pemberlakuan hukuman berupa denda jika merokok di tempat bebas asap rokok. Tetapi semua cara-cara tersebut nyatanya kurang berhasil (kalau tidak mau dibilang gagal). Perokok ‘cuek’ seperti bebek! (maaf).

Sekarang saat organisasi Islam Muhammadiyah menyatakan rokok haram, yang sama haramnya jika memakan daging babi, telah menimbulkan pro-kontra banyak pihak terutama perokok muslim. Beribu alasan kemudian dikemukakan oleh mereka untuk mendebat hal ini. Mungkin karena mereka tetap ingin dapat menikmati rokok tanpa terbebani dosa besar.

Semoga cara ini yang paling efektif mendorong umat muslim Indonesia untuk tidak atau berhenti merokok. Karena kita semua masih sangat peduli dan sensitif dengan label haram dan halal. Saya memberikan apresiasi besar kepada Muhammadiyah yang telah berani menanggung resiko atas penerbitan fatwa ini. Salut!

Unduh Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Hukum Merokok