Dua hari yang lalu, 9 Februari, adalah hari yang berarti khusus untuk saya. Mengapa? Karena saya mendonorkan darah untuk kali pertama. Yup.. Saya berhasil meyakinkan diri bahwa mendonorkan darah akan aman-aman saja dan tidak terasa sakit.

Saya sebelumnya mempunyai perasaan takut. Saya khawatir tertular AIDS melalui proses ini. Selain itu juga akan terasa sakit saat memasukkan jarum pada lengan.

Tetapi ketakutan saya sudah sirna berganti dengan rasa mantap bahwa ini adalah sesuatu yang mulia dan aman. Saya bahkan ingin menjadikan hal ini sebagai gaya hidup karena donor darah menyehatkan. Sehat karena tubuh kita akan memproduksi kembali darah yang baru (fresh) saat darah lama telah didonorkan.

Selain itu juga, setiap kita mendonorkan darah, tes dilakukan pada darah untuk mendeteksi beberapa penyakit seperti kuning, hepatitis dan AIDS. Kemudian kita bisa mendapatkan hasilnya secara gratis. Berbeda jika kita melakukan sendiri cek darah di laboratorium, pasti ada biayanya.

Tahun ini Palang Merah Indonesia telah mencanangkan target tiga juta kantong darah dan melakukan kampanye “Donor Darah Menyehatkan”. Sebagai anak bangsa sudah seharusnya kita turut mensukseskan hal ini. Agar kita dapat “swasembada darah” tidak lagi melakukan impor. Ayo mendonorkan darah!