Matikan saja kembang api itu. Simpan saja terompet itu. Batalkan saja pesta nanti malam. Karena sekarang kami sedang berduka. Ganti dengan membaca surah Yaasiin. Ganti dengan memanjatkan doa. Untuk putra terbaik Ibu Pertiwi. Selamat jalan Gus…
(Abdurahman Wahid wafat pada 30 Desember 2009 jam 18:45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta)