Kesalahan alur kerja adalah kesalahan klasik yang biasa terjadi saat sedang merancang situs. Perancang sering kali memulai dengan langsung menggunakan perangkat lunak pembuat situs tanpa mempunyai gambaran awal harus membuat situs apa dan bagaimana visualisasinya. Ia percaya bahwa ide pasti akan muncul tak terduga ketika ia sedang memandang layar komputer yang masih putih bersih selama berjam-jam.

Mitos tersebut memang seharusnya tidak layak lagi dipercaya. Saatnya berpikir jernih mengenai bagaimana membuat alur kerja yang sistematis untuk merancang situs agar tidak ada lagi waktu yang terbuang percuma dengan hanya menatap kosong layar komputer.

Dari sekian banyak macam alur kerja yang ada, saya menawarkan satu pilihan yang dapat digunakan dalam proses merancang situs. Adalah alur kerja yang dijelaskan oleh Lynch dan Horton dalam buku yang berjudul Web Style Guide yang biasa saya pilih dan gunakan. Asalnya, alur kerja tersebut terdiri dari enam tahapan proses tetapi kemudian saya menambahkannya menjadi tujuh tahapan proses. Berikut adalah tujuh tahapan tersebut.

1. Riset dan analisa (tahapan tambahan dari saya)
2. Definisi situs dan perencanaannya
3. Arsitektur informasi
4. Rancangan situs
5. Pembuatan situs
6. Promosi situs
7. Evaluasi dan perawatan

Saya berpendapat bahwa tahapan riset dan analisa sudah sangat perlu ditambahkan ke dalam alur kerja guna merespon perkembangan situs sebagai media interaktif untuk strategi pemasaran. Dari hasil tahapan inilah nantinya akan diketahui situs seperti apa yang dapat memenuhi dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Ketujuh tahapan tersebut juga dapat menjadi acuan alur kerja bagi seorang perancang situs untuk membantunya menyelesaikan proyek situs dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. Apalagi ditambah dengan dukungan dana yang cukup serta kapasitas anggota tim yang memadai, saya percaya proyek situs dengan tingkat kompleksitas setinggi apapun pasti akan dapat diselesaikan dengan baik olehnya.